14877696_1169837639748484_1101954263_n

“Masa Kuliah” Masa Terbaik untuk Belajar Bisnis

BERITA-FSEI.COM —

Dunia perkuliahan merupakan jenjang pendidikan formal tertinggi. Duduk di bangku kuliah, berarti menjadi mahasiswa. Menjadi mahasiswa bisa juga disamakan dengan menapaki anak tangga terakhir sebelum masuk ke dunia kerja. Umumnya mereka yang memilih melanjutkan ke bangku perkuliahan tentunya mendambakan pekerjaan yang sesuai dengan bidang ilmu yang ia jalani saat duduk di bangku kuliah.

Umumnya mahasiswa memandang masa perkuliahan adalah masa menungggu datangnya pekerjaan. Namun berbeda dengan pemikiran mahasiswa IAIN yang satu ini. Pemuda ini sudah memulai berbisnis semenjak masih menjadi mahasiswa. Berharap setelah lulus, ia sudah mempunyai usaha sendiri dan akan berkembang jauh lebih cepat dibanding mahasiswa “polos” lainnya.

Adalah Rikky, mahasiswa kreatif tersebut. Dia adalah mahasiswa FSEI jurusan Ekonomi Islam, semester V.

Rikky merintis usaha kuliner di Jalan Raya Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU) dekat rumahnya satu tahun yang lalu. Dia melihat peluang bisnis di hamparan tanah kosong milik orang tuanya yang selama ini kurang produktif. Kebetulan tanah kosong itu berada di pinggir jalan raya. Rikky pun berhasil meyakinkan orang tuanya untuk memberinya restu dan memulai usaha rumah makan.

Dalam wawancara melalui messenger, Rikky menjelaskan, “Banyak orang pintar dan bermodal besar takut untuk memulai bisnis, karena mereka takut rugi. Orang yang kurang pintar dan bermodal minim lebih berhati-hati mengelola uang dan tidak takut rugi demi kesuksesan. Kalimat-kalimat seperti ini sering di jumpai di kelas, ketika dosen menyampaikan materi khususnya pada mata kuliah entrepreuneurship. Yang terkadang membuat saya semakin termotivasi dalam memulai usaha tersebut.”

Rikky menambahkan bahwa pilihannya pada usaha kuliner bukan berarti ia jago masak atau suka keberagaman kuliner. Dia memang pemuda aktif dan kreatif, selain hobi fotografi ia juga menekuni seni musik sejak duduk di bangku SMA. Oleh karena itu ia memberikan konsep live music pada rumah makan miliknya. Hal tersebut tentunya dapat memberkan suatu nilai jual yang lebih dibanding dengan rumah makan biasa.

“Jadi pada intinya adalah: Peka dalam melihat peluang disekitar kita, untuk menghidupkan kepekaan pada diri sendiri tentu harus melatih dengan meningkatkan wawasan melalui interaksi sosial, aktif dalam komunitas atau organisasi, dan tentunya banyak membaca. Dengan begitulah, saya merumuskan serta mengkonsep usaha yang sudah berjalan ini sehingga apa yang saya pelajari selama dua tahun di kelas sangatlah terasa peng-aplikasiannya dalam kenyataan hidup yang sedang saya jalani sekarang” jelas Rikky.

 

About Suhail Anshar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dosen FSEI di Tunisia

Masjid Uqbah bin Nafi di Kairouan Tunisia

BERITA-FSEI.COM, TUNISIA — Masjid jami’ kota Kairouan atau disebut juga masjid Uqbah bin Nafi’ adalah ...

Kantor Bank NTB

Bank NTB Sesuaikan Tim untuk Konversi Jadi Syariah

BERITA-FSEI.COM, MATARAM — PT Bank Pembangunan Daerah NTB (Persero) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa ...

Dosen FSEI, Khairul Hamim, M.Ag di Depan gedung Universitas al-Zaitunah Tunisia

Dosen FSEI Ikuti Program ARFI di Tunisia

BERITA-FSEI.COM, TUNISIA — Kementerian Agama Republik Indonesia mengadakan program (ARFI) Academic Recharging For Islamic Higher ...

29-oktober-kkni

Menjelang UIN, FSEI gelar Workshop Peningkatan Kompetensi Dosen

BERITA-FSEI.COM, MATARAM — Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 Pasal 97 menyatakan bahwa kurikulum perguruan ...

Dr. H. Musawwar, M.Ag - Survey Penerima Beasiswa Bidikmisi (28/10)

Dekan FSEI Survey Bidik Misi di Bawah Kaki Gunung Rinjani

BERITA-FSEI.COM, MATARAM — (28/10). Dekan FSEI melaksanakan tugas berupa survey Bidik Misi di desa Senaru, ...